Newsletter subscribe

Oleh Administrator

Stok Beras Bulog Madiun untuk Lebaran Aman

post image
Posted : 19 Agustus 2011   /   comments (0)

Madiun - Stok beras di gudang Badan Urusan Logistik Subdivre IV Madiun, Jawa Timur, untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran 2011 dipastikan aman.

"Jumlah beras yang ada di gudang Bulog Madiun saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadhan hingga Lebaran 2011," ujar Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun, Rochyat Natayuda, di Madiun, Jumat.

Menurut dia, jumlah stok di gudang saat ini mencapai 7.100 ton setara beras. Dengan tingkat penyaluran Bulog Madiun yang mencapai 1.900 hingga 2.000 ton per bulan, maka dipastikan stok aman hingga akhir tahun.

"Dari jumlah tersebut dipastikan aman untuk kebutuhan hingga Desember 2011. Jumlah stok tersebut sudah mencakupi kebutuhan untuk raskin, Ramadhan, Lebaran, dan kemungkinan pengadaan operasi pasar," kata dia.

Untuk operasi pasar, katanya, Bulog Madiun telah menyuplai kebutuhan Pemkab Ngawi pada awal Ramadhan dengan total mencapai 4,1 ton. Dalam operasi pasar tersebut beras dijual dalam kemasan lima kilogram dengan harga tiap kilogram Rp6.100.

Ia yakin stok akan aman, karena penyerapan gabah dari para petani mitra terus berlangsung. Meski terjadi penyusutan, penyerapan gabah dari mitra tetap berjalan.

"Sejauh ini penyerapan dari mitra petani secara total dari bulan Januari hingga Agustus 2011 telah mencapai 26.300 ton setara beras," terang Rochyat.

Penyusutan penyerapan ini disebabkan karena berbagai faktor, di antaranya karena harga beras di pasaran yang lebih tinggi dari harga pembelian yang ditetapkan pemerintah untuk Bulog.

Dari catatan Bulog, harga beras di pasaran telah mencapai Rp7.000 hingga Rp7.100 per kilogram. Harga ini jauh di atas harga pembelian pemerintah untuk Bulog yang telah dinaikkan secara bertahap dari HPP sebesar 5.060 per kilogram menjadi beras komersil Rp6.100 per kilogram.

"Harga pembelian pemerintah terbaru tersebut, jelas susah untuk mengejar harga pasaran yang telah melambung tinggi. Hal ini yang membuat mitra cenderung menjual gabahnya ke pasaran dari pada ke Bulog," kata Rochyat.

Ia memperkirakan dari 30 mitra petani yang ada di wilayahnya, yang aktif hingga saat ini hanya tinggal 50 persen. Untuk itu, Bulog Sub Divre IV Madiun akan menggenjot peran serta dari para mitra kerja dan Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) di wilayahnya agar beras dan gabah miliknya masuk ke Bulog.

Selain itu, Bulog juga akan memberikan teguran dan bahkan sanksi tegas kepada mitra yang tidak melakukan transaksi dengan Bulog sesuai kontrak saat registrasi atau pendaftaran ulang mendatang. sebaliknya, juga ada penghargaan bagi mitra petani yang aktif.

Comments (0)

write a comment
name email Website message