Jakarta, 11/10/2010 (Kominfo-Newsroom) Badan Pengawas Obat danMakanan (BPOM) menyatakan produk mie instant merek Indomie amandikonsumsi. Hal ini disampaikan terkait ditariknya produk tersebutoleh Departemen Kesehatan dan Badan Pengawas Makanan Taiwan, karenadiduga mengandung pengawet nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate.

Menanggapi munculnya pemberitaan di berbagai media, Kepala BPOMKustantinah menjelaskan zat pengawet Nipagin memang ada di dalamkecap yang merupakan bagian dari mie instant. Namun, kadarnya masihdalam batas wajar yang diizinkan. Dalam produk kecap, batasmaksimum penggunaan yang diizinkan adalah 250 mg/kg. Dalam makananlain kecuali daging, ikan dan unggas, batas maksimum penggunaanadalah 1.000 mg/kg, katanya kepada pers di Jakarta, Senin(11/10).

Menurutnya, Badan POM dalam melindungi kesehatan masyarakat,secara periodik melakukan sampling dan pengujian produk pangan yangberedar di pasaran termasuk mie instant. Berdasarkan hasilpengujian dalam lima tahun terakhir, terhadap kecap yang ada dalamproduk mie instant, tidak ditemukan adanya kandungan nipagin yangmelebihi batas maksimum yang diizinkan.

BPOM juga melakukan pengawasan produk sebelum beredar denganmelakukan registrasi dan evaluasi produk beredar, produk mieinstant dikatakan telah dievaluasi sampai pada jenis pengawet yangdigunakan. Dengan demikian, produk mi instan yang terdaftar diIndonesia aman untuk dikonsumsi, katanya.

Di Indonesia penggunaan Bahan Tambahan Pangan diatur dalamPeraturan Menteri Kesehatan Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentangBahan Tambahan Makanan. Salah satu bahan tambahan pangan yangdiatur adalah nipagin yang berfungsi sebagai pengawet dengan batasmaksimum penggunaan.

Sementara dari kajian persyaratan di beberapa negara sepertiKanada, Amerika Serikat, batas maksimum penggunaan nipagin dalampangan yang diizinkan adalah 1.000 mg/kg. Sedangkan di Singapuradan Brunei Darussalam, batas maksimum penggunaan dalam kecap 250mg/kg dan di Hongkong sebesar 550 mg/kg.

Selain itu menurutnya, tidak ada pengaturan yang tetap mengenainipagin di dalam kecap, sebab setiap negara memiliki kebijakan yangberbeda, tergantung pada ketahanan kesehatan dari setiap orang dinegara masing-masing.

Penetapan regulasi keamanan mutu dan gizi produk pangan olahandi Indonesia, sudah mengacu pada persyaratan internasional melaluiCodex Alimentarius Commission berdasarkan kajian risiko.Negara-negara anggota codex mengatur maksimum 1.000 mg, diIndonesia sendiri asupan perhari yang sesuai dengan orang Indonesiaadalah 250 mg, BPOM tidak tahu bagaimana aturan di Taiwan karenabukan anggota codex, katanya.

Sementara itu, mengenai risiko timbulnya penyakit, Kustantinahmengatakan semua produk jika melebihi batas maksimum dalampenggunaan bahan kimianya pasti akan berdampak buruk bagikesehatan. Larutan bahan kimia yang tidak larut akan disimpan diorgan, jika berlebihan maka akan terakumulasi pada waktu tertentu,yang dapat menyebabkan kanker dan kerusakan hati.

Untuk itu, BPOM mengimbau masyarakat untuk membeli produk mieinstant yang telah terigistrasi dan sudah dinyatakan aman olehBPOM. Saya tegaskan kembali bahwa BPOM menjamin mie instant ygterdaftar di BPOM adalah aman. Untuk itu belilah produk yang adaregistrasi badan POM, ujarnya. (T. Jul/dry)

Bagikan Berita